Agama
Penduduk di desa Tritis mayoritas beragama Islam, yang
berjumlah 3.280 orang, dimana Islam disini terbagi menjadi dua yaitu NU dan
Muhammadiyah. Dengan adanya fasilitas pendukung seperti masjid ( ada 9),
mushola ( ada 2 ), dan 1 pondok pesantren dengan kyai sebanyak 4 orang dan
santri sebanyak 62 ( data monografi desa Tritis semester II tahun 2010
).
Adapun penduduk yang memeluk agama non-muslim tetapi
jumlahnya sangat sedikit, hanya 3 orang saja ( data monografi desa Tritis
semester II tahun 2010 ). Selain itu masih terdapat beberapa bagian penduduk
yang menganut tradisi Kejawen, dimana
mereka pada umumnya tidak pernah melakukan sembahyang lima waktu dan hanya
berpuasa pada bulan tertentu, itupun didasarkan atas perilaku masyarakat. Dasar
agama kejawen ini pada dasarnya adalah keyakinan bahwa segala sesuatu pada
hakikatnya adalah satu kesatuan, walaupun terdiri dari berbagai unsur, tetapi
merupakan satu kesatuan hidup.
Dalam berbagai penelitian terungkap bahwa Kejawen adalah
suatu kompleks keyakinan dan konsep – konsep Hindu Budha yang cenderung ke arah
mistis yang tercampur menjadi satu dan diakui sebagai agama Islam (
Koentjaraningrat, 1984:312). Penganut kejawen ini percaya
bahwa alam didiami oleh makhluk – makhluk halus yang mendiami alam itu (
Koentjaraningrat, 1985:224 ). Kejawen ini masih kental dimiliki oleh masyarakat
penduduk tersebut karena mereka masih percaya pada arwah leluhur dengan
melaksanakan tradisi ( adat – istiadat ) untuk memujanya.






0 komentar:
Posting Komentar