Minggu, 30 Agustus 2015

Agama

Agama

Penduduk di desa Tritis mayoritas beragama Islam, yang berjumlah 3.280 orang, dimana Islam disini terbagi menjadi dua yaitu NU dan Muhammadiyah. Dengan adanya fasilitas pendukung seperti masjid ( ada 9), mushola ( ada 2 ), dan 1 pondok pesantren dengan kyai sebanyak 4 orang dan santri sebanyak 62 ( data monografi desa Tritis semester II tahun 2010 ).

Adapun penduduk yang memeluk agama non-muslim tetapi jumlahnya sangat sedikit, hanya  3 orang saja ( data monografi desa Tritis semester II tahun 2010 ). Selain itu masih terdapat beberapa bagian penduduk yang menganut tradisi Kejawen, dimana mereka pada umumnya tidak pernah melakukan sembahyang lima waktu dan hanya berpuasa pada bulan tertentu, itupun didasarkan atas perilaku masyarakat. Dasar agama kejawen ini pada dasarnya adalah keyakinan bahwa segala sesuatu pada hakikatnya adalah satu kesatuan, walaupun terdiri dari berbagai unsur, tetapi merupakan satu kesatuan hidup.

Dalam berbagai penelitian terungkap bahwa Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep – konsep Hindu Budha yang cenderung ke arah mistis yang tercampur menjadi satu dan diakui sebagai agama Islam ( Koentjaraningrat, 1984:312). Penganut kejawen ini percaya bahwa alam didiami oleh makhluk – makhluk halus yang mendiami alam itu ( Koentjaraningrat, 1985:224 ). Kejawen ini masih kental dimiliki oleh masyarakat penduduk tersebut karena mereka masih percaya pada arwah leluhur dengan melaksanakan tradisi ( adat – istiadat ) untuk memujanya.

0 komentar:

Posting Komentar