Sosial dan Ekonomi Masyarakat Desa Tritis
Masyarakat Desa Tritis didominasi
oleh keturunan suku Jawa sehingga adat jawa masih dianut kuat oleh
masyarakatnya. Selain itu, masyarakat Tritis memiliki sikap guyup (suka
bekerjasama, bergaul dan tolong menolong) dan tepo seliro (tenggang rasa) yang
tinggi dan tercermin dalam kesehariannya. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh
masyarakat selalu dilaksanakan dengan bergotong royong. Sementara itu
kelembagaan sosial yang ada seperti kelompok tahlil, majelis ta’lim, kelompok
tani, kelompok perempuan, kelompok pemandu wisata, kelompok pecinta lingkungan,
Merbabu Merbabu Club (MMC) dan karang taruna. Hal Ini menunjukkan bahwa
masyarakat Tritis memiliki semangat kebersamaan yang tinggi.
Aktifitas pertanian sayuran
mendominasi kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Tritis sehingga tidak
mengherankan jika Tritis merupakan salah satu sentra penghasil sayuran di
Kabupaten Boyolali. Adapun jenis sayuran yang dihasilkan adalah wortel, kol,
kubis, loncang, bawang, dll. Namun tingkat kepemilikan lahan masyarakatnya yang
tergolong sempit yaitu rata-rata 0,25 Ha mendorong masyarakat untuk membuka
kawasan hutan menjadi lahan pertanian sayuran. Aktifitas tersebut menjadi
faktor utama penyebab menurunnya kualitas ekosistem sumberdaya hutan.
Kemiskinan di Tritis ini mencapai 298 KK (44,2%) dari total kepala keluarga
yang ada.
Selain bertani sayuran, masyarakat
juga mengusahakan ternak sapi perah dan sapi pedaging. Susu yang dihasilkan
dijual ke koperasi terdekat sehingga masyarakat mendapatkan penghasilan harian.
Di sisi lain, keindahan kawasan Selo menjadikan daya tarik wisata yang kemudian
dikembangkan oleh pihak propinsi Jawa Tengah dengan konsep SSB ( Solo – Selo –
Borobudur) . Tentu saja hal ini bisa meningkatkan roda perekonomian di Desa Tritis
yang berimbas kepada tambahan penghasilan bagi masyarakat dengan menjadi
pemandu wisata, homestay, agrowisata, dll.
Terdapat 1 (satu) pasar tradisional yang dikelola oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Pengelolaan Pasar Kabupaten yaitu Pasar Selo di Desa Samiran dan ada 2(dua) pasar yang dikelola oleh Desa yang berlokasi di Gebyok, Selo dan Jrakah yang merupakan pendukung jalur pariwisata SSB (Solo Selo Borobudur).
Terletak di kawasan objek wisata Selo, 25 km ke arah Barat dari Kabupaten Boyolali. Para pengunjung dapat menikmati dan memetik sendiri aneka ragam sayuran, antara lain : wortel, kol, daun adas, dan lain-lain.
0 komentar:
Posting Komentar